Di tengah semarak pelestarian budaya, kami di SLB Negeri 1 Badung dengan penuh rasa bangga kembali menyelenggarakan perayaan Bulan Bahasa Bali ke-VIII. Tahun ini, kami mengusung tema yang begitu dalam, ““Atma Kerthi – Udiana Purnaning Jiwa”, yang dimaknai sebagai altar pemuliaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali sebagai taman spiritual untuk membangun jiwa yang utama, suci, dan sempurna””. Bagi kami, tema ini bukan sekadar barisan kata, melainkan sebuah doa dan harapan untuk menjadikan bahasa, aksara, dan sastra Bali sebagai taman spiritual yang menyucikan serta membangun jiwa-jiwa siswa kami menjadi pribadi yang utama dan sempurna.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, tepatnya pada 12 hingga 13 Februari 2026, dibuka dengan suasana kekeluargaan yang kental. Ibu Kepala Sekolah kami, Ni Nyoman Suwastarini, ST., M.Pd., bersama Ketua Komite, Bapak I Wayan Salin, membuka acara ini secara simbolis dengan petikan seruling lagu Ratu Anom. Alunan musik daerah yang sederhana namun menyentuh itu seolah memanggil semangat kreativitas dari seluruh sudut sekolah.
Hari pertama kami awali dengan penuh warna di Aula sekolah. Siswa-siswi kami dari jenjang SDLB, SMPLB, hingga SMALB tampil begitu memukau dalam Lomba Fashion Show Adat Bali. Melihat mereka melangkah dengan penuh percaya diri dan senyum bangga mengenakan busana warisan leluhur adalah momen yang mengharukan bagi kami. Lebih dari sekadar kompetisi, ini adalah cara kami menanamkan rasa cinta dan keberanian pada diri mereka.
Sementara itu, di ruang kelas, suasana hening yang sarat konsentrasi menyelimuti Lomba Mewarnai Aksara Bali dan Baligrafi. Sebanyak 24 siswa jenjang SDLB tampak asyik memadukan warna pada lekuk aksara Bali, sementara 18 kakak-kakak mereka di jenjang SMPLB dan SMALB B menuangkan kreativitas dalam seni Baligrafi. Lewat goresan tangan ini, mereka sedang menyentuh kembali identitas budaya mereka sendiri.
Memasuki hari kedua, suasana sekolah semakin meriah dengan alunan Lomba Menyanyi Lagu Bali. Suara-suara merdu peserta didik kami mengalun penuh penghayatan, membawa pesan-pesan kearifan lokal lewat nada. Kami percaya, melalui lagu, pelestarian bahasa Bali menjadi jauh lebih menyenangkan dan masuk ke dalam sanubari anak-anak.
Sebagai puncak sekaligus penutup, kami menyelenggarakan Lomba Cerdas Cermat. Di sini, ketajaman berpikir dan kerja sama tim diuji dalam suasana kompetisi yang sehat. Senyum bahagia dan sorak sorai antusiasme peserta menjadi pemandangan indah yang menutup seluruh rangkaian kegiatan kami tahun ini.
Melalui kegiatan ini, kami di SLB Negeri 1 Badung ingin menitipkan pesan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk mencintai dan menjaga warisan budaya. Terima kasih kepada seluruh siswa, orang tua, dan guru yang telah berpartisipasi dengan penuh semangat.
Sampai jumpa di Bulan Bahasa Bali tahun depan. Mari terus bertumbuh dalam balutan budaya yang suci dan sempurna!





