Pembelajaran tentang waktu memiliki peran yang sangat penting bagi anak tunarungu karena berkaitan langsung dengan kemandirian, keteraturan hidup, dan kemampuan beradaptasi dalam lingkungan sosial. Berikut penjelasannya:
Pembelajaran waktu membantu anak tunarungu memahami urutan kegiatan sehari-hari, seperti kapan waktu belajar, bermain, makan, dan beristirahat. Dengan pemahaman ini, anak menjadi lebih teratur dan mampu mempersiapkan diri menghadapi aktivitas berikutnya tanpa selalu bergantung pada orang lain.
Selain itu, konsep waktu melatih anak tunarungu untuk mengenali durasi dan ketepatan waktu, misalnya memahami perbedaan pagi, siang, dan malam, atau lamanya suatu kegiatan berlangsung. Hal ini penting untuk menumbuhkan kedisiplinan serta tanggung jawab, baik di sekolah maupun di rumah.
Pembelajaran tentang waktu juga mendukung perkembangan komunikasi dan kognitif anak tunarungu. Melalui penggunaan media visual seperti jam, kalender, gambar aktivitas, dan bahasa isyarat, anak dapat mengaitkan konsep waktu dengan peristiwa nyata di sekitarnya, sehingga pemahaman menjadi lebih konkret dan bermakna.
Lebih jauh, pemahaman waktu berkontribusi pada kemandirian sosial anak tunarungu. Anak dapat belajar mengatur jadwal, datang tepat waktu, serta mengikuti aturan yang berlaku dalam lingkungan sekolah dan masyarakat. Dengan demikian, pembelajaran waktu tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga menjadi bekal penting bagi anak tunarungu dalam menjalani kehidupan sehari-hari secara mandiri dan percaya diri.
Guru : Umi Nadiroh
Kelas : SDLB B V dan VI



